Rabu, Mei 26, 2010

Peraduan yang Dingin....


Cold city, dec 28 2009. At 23.54.
Angin gunung yg berhembus,
membawa titik embun sang malam.
Jiwa yg sepi sendiri beradu dalam guratan lemah lukisan jiwa.
Tak ada warna tak ada rasa,
bagai mata yg menatap tanpa daya.
Dinginnya jiwa beradu dalam angan sang malam.
Meniti langkah terkadang bertemu saat kelam.
Lemah menjelma, katapun tertulis.
Asa, cita akankah datang.
Menjemput pergi dari kehampaan peraduan yang dingin.

Cintaku, Anugerahku


Aku lahir atas nama cinta.
Kata cinta ikut hadir dlm sebaris nama yg dihadiahkan padaku.
Saat pertama yg kuingat adalah keindahan cinta bersama keluarga,
bapak, ibu dan adikku.
Saat beranjak remaja, cinta monyet mewarnai hidupku.
Cinta pertama, kedua, sejati bahkan selamanya.
Cinta sebagai seorang anak, kakak, sahabat,
saudara, isteri bahkan cinta seorang ibu pernah kumiliki.
Sampai detik inipun cinta itu tetap ada,
bertambah besar seperti karunia.
Cintaku pada semua, yang abadi atau yg tidak.
Smga tetap menjadi anugerah yg tak terkira,
ketika hati masih sanggup mencintai.

Waktu......


Waktu adalah hal yg bisa menjawab smua pertanyaan.
Dengan berjalannya waktu, smua hal akan terungkap.
Indah, duka, hanya waktu yg tak mengabadikannya.
Tapi apakah kita hanya bisa melewatkanya?
Berharap dia yang akan memberikan jawaban?
Sayangnya, sang waktu juga yg tak bisa dikembalikan.
Jalannya akan terus sampai menuju akhir semuanya.
Penghabisan untuk smua insan.
Bisakah aku tak hanya melewatkannya dan menunggu jawabannya?
Mampukah aku memilihkan jalannya
dan menyiapkan smua hal untuk menyikapi jawabannya?
Apapun yg kulakukan, tetap saja waktu bukan kuasaku.
Tapi hal yg kulakukan untuk melewatkannya
harus bisa kupertanggungjawabkan.
Berat kehidupan ini tetap harus bisa kulewati.
Bahagia yg mengiringi harus juga bisa disyukuri.
tetap bijak mengembalikan smua keputusan untuk kita kembali.

Aku Mencintaimu Lebih Dari Semua Itu

Lama waktu itu berlalu, saat rasa nan mengagumkan itu datang.
Indah kusemai bibit cinta padamu, hingga berbunga dengan cantiknya.
Jiwa kita benar berpadu tanpa kusadari bagaimana awalnya.
Menjadikan hidup kita satu bagai senyawa yg tak terpisahkan.
Masa itu telah berjalan, berlari walau terkadang berhenti.
Tersenyum, tertawa sesekali membisu dan menangis.
Smua ada dan slalu ada bagai air yg mengalir, tak henti walaupun kadang kurang syarat makna.
Itulah jalan kita, ada dan slalu ada.
Namun ternyata smua itu tak melunturkan rasa itu, tak mengurangi makna cintaku padamu.
Sampai detik inipun, kurasakan rasa ini bertahan kuat, bersandar kokoh tak gentar.
Dan ternyatapun kusadari rasa cinta ini lebih besar dari yang kukira sebelumnya.
Rasa cinta ini tlah menghapus keegoan jiwa, kekosongan hati dan kelemahan raga.
Cintaku padamu besar, lebih dari yg kita tahu.
Jagalah cinta ini tetap di peraduanmu, menguasai singgasana hatimu dan mewarnai hidupmu, seutuhnya, selalu dan selamanya.

Selasa, Juli 14, 2009

Suatu Pagi di Kala Itu....



Pernah kutersentak, terjaga dari lelapnya tidur...
Membiarkan mataku terbuka, mengerjap dalam ruang gelap kamarku.

Kusibak tirai dan perlahan kubuka daun jendela....
kurasakan kedamaian yang tiada tara,
hawa dingin gunung terasa menusuk tulang,
semilir anginnya yang sepoi membekukan raga,
gelap malam melintas membaurkan warna.

Sepertinya moment ini akan lekas berlalu...
dunia sudah agak membiru dengan semburat
mega di ufuk timur yang belum terlihat jelas.

Perlahan namun pasti........

mentari mulai mengintip dari balik birunya gunung,
kicau burung bersahutan meramaikan awal hari,
kurasakan keheningan yang tiada tara,
tak sehening debur gelora dalam hatiku yang terus berkecamuk,
pikiran yang tak henti berjalan,
merajut mimpi yang entah dimana.....

enam tahun lebih semua itu tlah berlalu,
kini kusadari hidupku sekarang adalah bagian dari mimpiku,
yang perlahan terwujud...
tak boleh sejumputpun keluh boleh merayap dalam jiwa,
karena rasa syukur yang ada membuat semua lebih berwarna...

sungguh indahnya hari-hariku dengan semua yang ada...
kamu,dia dan mereka....yang selalu meramaikan sepinya hati
dan mewarnai gelapnya hari...